Senin, 11 April 2011

SAKARATUL MAUT

Ramlah Ahnoni Abdul
Bismillah... YUK SAHABAT KITA HAYATI Penulisan indah sahabat Abi yudi ketika RASULULLAH hadapi SAKARATUL MAUT...UCAP & SALAM BUAT NABI JUNJUNGAN KITA ...Aamiin

Assalamu'alaikum,,,,
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.



Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?'
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.

Seolah-olah bahagian demi! bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia.
Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi.
'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?'
'Jangan khawatir, wahai Rasul ! Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.

Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.'
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?'
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.'
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku'
'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii,ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini,,,apa yang sudah kita lakukan untuk Rosulullah????
untuk membasahi lisan dan bibir kita dgn bacaan sholawat saja terkadang kita lupa!!!

Allahumma sholli 'ala sayidina Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:
Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita....:)

mudah-mudahan bermanfaat lanjutkan membaca...

Senin, 14 Februari 2011

TANDA - TANDA KIAMAT


TANDA KIAMAT GUNUNG EMAS EUFRAT


KIAMAT KECIL


DIAMBANG KIAMAT


TANDA - TANDA KIAMAT 1


TANDA - TANDA KIAMAT 2


TANDA - TANDA KIAMAT 3


TANDA - TANDA KIAMAT 4


TANDA - TANDA KIAMAT 5
lanjutkan membaca...

CERAMAH SANTAI


ceamah 0


ceramah 1


ceramah 2


ceramah 3


ceramah 4


ceramah5


ceramah 6


ceramah 7
lanjutkan membaca...

Sabtu, 17 Oktober 2009

Rasulullah SAW bersabda:

((إنَّ بَيْنَ أيْدِيكُمْ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا ، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا))

“Sesunggunya di hadapan kalian akan banyak fitnah bagaikan malam gelap gulita, seseorang menjadi mu’min di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, menjadi mu’min di sore hari dan menjadi kafir di pagi hari.” [H.R. Abu Daud]

Teriakan bertalu-talu timbul dari seorang wanita usia muda .. Disusul kemudian lengkingan suara remaja putri yang berteriak dengan suara yang .. Semuanya menuntut dengan suara yang satu dan permintaan yang sama: “Di manakah kebahagiaan dan kesenangan itu? Di manakah ketenangan jiwa dan ketetapan hati itu?” Kami terbawa oleh kesedihan dan tertimpa gundah gulana .. Tidur tak nyenyak disebabkan oleh banyaknya dosa yang menyelimuti langit-langit hati kami. Kami dikelilingi oleh syahwat yang membara, dan layar-layar TV membangkitakn rangsangan seks kami .. Sementara setitik iman masih tersisa dalam hati kami memanggil kalian .. Tolonglah kami!!



Ukhti Muslimah !! Kita hidup pada zaman di mana sarana informasi beraneka ragam banyaknya. Duniapun menyuarakan peradaban materi yang memenuhi tempat-tempat hiburan dan kesenangan .. Menjauhkan kebahagiaan dan mendekatkan kesengsaraan.



Di tengah-tengah lautan ganas dengan ombak yang menggulung itu seorang muslim merasa takut fitnah mengenai dirinya disebabkan oleh tersebarnya Syubuhat (hal-hal remang) dan banyaknya syahwat hawa nafsu.



Rasulullah SAW bersabda:



((إنَّ بَيْنَ أيْدِيكُمْ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ المُظْلِمِ ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا، وَيُمْسِي كَافِرًا ، وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا))

“Sesunggunya di hadapan kalian akan banyak fitnah bagaikan malam gelap gulita, seseorang menjadi mu’min di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari, menjadi mu’min di sore hari dan menjadi kafir di pagi hari.” [H.R. Abu Daud]



Karena keinginan yang tinggi terhadap surga yang seluas langit dan bumi dan karena ketakutan tergelincir dalam kubang kehancuran, maka teguklah air sungai yang jernih dan memancarkan cahaya dari firman Allah dan sabda Rasul-Nya SAW, itu akan menghilangkan kebengisan, melepaskan cengkraman setan dan merobek tirai yang dipercantik oleh maksiat. Rahmat Allah –Azza wa Jalla- akan menggapaimu untuk menyelamatkanmu dari siksaan yang pedih dan menjagamu dari kejatuhan ke dalam salah satu pintu di antara pintu-pintu kehancuran dan kebinasaan.



Ukhti Muslimah !! Di antara bahaya terbesar yang mengancam seorang wanita muslimah adalah pengaruh nafsu seks dan terbukanya pintu syahwat di hadapan dan dalam gapaian mereka. Disebabkan oleh permulaan-permulaan yang dianggap remeh, tetapi bisa menggelincirkannya ke dalam perbuatan zina yang diharamkan itu.



Iman Ahmad -Rahimahullah- berkata: “Saya tidak tahu adanya dosa besar setelah bunuh diri melebihi perbuatan zina.”



Allah –Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya telah mengharamkan perbuatan zina karena kejinya perbuatan ini dan jeleknya sarana pengantarnya. Allah –Azza wa Jalla- melarang mendekati sarana dan penyebab zina karena itu adalah langkah awal sebelum terperosok ke dalamnya. Allah Ta’ala berfirman:



}وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَى إنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً{

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Isra’: 32)



Perbuatan zina termasuk dosa besar setelah syirik dan pembunuhan, dan termasuk …. , kekejian yang membinasakan dan kejahatan yang mematikan. Rasulullah SAW bersabda:



((مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِي رَحِمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ))

“Tidaklah suatu dosa setelah syirik yang lebih besar di sisi Allah dari setetes air mani yang diletakkan seorang lelaki pada rahim yang tidak dihalalkan baginya.”



Dalam hadits Muttafaqun ‘Alaihi:



((لاَيَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ))



“Tidaklah seorang penzina ketika berzina, sementara dia beriman.”



Keharamannya dipertegas lagi oleh Allah –Azza wa Jalla- dalam firman-Nya:



}وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللهِ إلَهًا ءَاخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إلاَّ بِالحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ العَذَابُ يَوْمَ القِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا إلاَّ مَنْ تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَحِيمًا{



“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan dosa(nya) (yaitu) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal sholeh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Furqon: 68-70)



Dalam ayat ini Allah –Azza wa Jalla- menggandengkan perbuatan zina dengan perbuatan syirik dan bunuh diri, serta menjadikan hukuman itu semua berupa kekalan di dalam azab yang berlipat-lipat. Selama seorang hamba belum mengangkat penyebabnya berupa taubat, iman dan amal sholeh.



Allah –Azza wa Jalla- mensyaratkan keberuntungan dan keselamatan seorang hamba dengan menjaga kemaluan agar tidak tergelincir pada perbuatan zina. Dan tidak ada jalan menuju ke keselamatan kecuali dengan meninggalkannya. Allah –Azza wa Jalla- berfirman:



}قَدْ أفْلَحَ المُؤْمِنُونَ{ -إلى قَوْلِهِ- }وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إلاَّ عَلَى أزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ{



“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman –hingga ayat- Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (Q.S. Al-Mu’minun: 1-6)



Ukhti Muslimah !! Zina itu kehinaan yang akan menghancurkan bangunan yang megah, menundukkan kepala yang tinggi, menghitamkan wajah yang putih dan membisukan lisan yang tajam. Dan itu adalah kehinaan yang paling sanggup menanggalkan baju kehormatan bagaimanapun luasnya. Dan juga merupakan kotoran hitam yang bila menimpa suatu keluarga, maka akan menutupi lebaran-lembaran kehidupannya yang putih dan pandangan matapun tidak melihat sesuatu kecuali yang hitam dan jelek.







Hukuman Zina







Allah SWT mengkhususkan perbuatan zina dengan tiga hukuman:



1. Dibunuh dengan bentuk pembunuhan yang jelek dan siksaan yang keras.



2. Allah melarang hamba-hamba-Nya merasa kasihan dan sayang kepada pelaku zina.



3. Allah memerintahkan agar hukuman tersebut disaksikan oleh kaum mu’minin, dan itu dilakukan agar lebih sampai kepada tujuan dan hikmah ditegakkannya hukuman ini.



Adapun hukumannya di dunia, adalah dengan menegakkan hukuman bagi pelaku zina baik laki-laki maupun perempuan yang sudah menikah berupa rajam dengan lemparan batu hingga meninggal agar seluruh anggota tubuhnya merasakan siksaan itu sebagai hukuman bagi keduanya. Keduanya dilempar dengan batu sebagai gambaran bahwa mereka telah menghancurkan suatu rumah tangga, maka keduanya dirajam dengan menggunakan batu-batu dari bangunan yang telah mereka hancurkan itu. Bila keduanya belum berkeluarga, maka mereka dicambuk sebanyak 100 kali dengan cambukan yang paling keras dan dibuang dari negeri asalnya selama satu tahun.



Di antara hukuman zina adalah seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW:



((تُفْتَحُ أبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ : هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابُ لَهُ ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى ؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجُ عَنْهُ؟ فَلاَ يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ لَهُ إلاَّ زَانِيَةً تَسْعَى بِفَرْجِهَا))



“Pintu-pintu surga akan dibuka pada pertengahan malam lalu, lalu ada yang menyeru: “Adakah orang yang memohon lalu permohonannya dikabulkan? Adakah orang yang meminta lalu permintaannya dipenuhi? Adakah orang yang tertimpa sesuatu yang jelek lalu dibebaskan darinya? Maka tidak ada seorang muslimpun yang memohon dengan suatu permohonan kecuali dikabulkan oleh Allah, kecuali wanita penzina yang menjual kehormatannya.” [H.R. Ahmad dan Tabarani dengan sanad hasan]



Dan di antara akibat tersebarnya perbuatan zina yang keji ini adalah timbulnya berbagai macam penyakit, sebagaimana disinyalir dalam hadits:



((لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَى فِيهِمِ الطَّاعُونَ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أسْلاَفِهِمْ الَّذِينَ مَضَوا))



“Tidaklah nampak suatu perbuatan fahisah (zina) pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu sebelum mereka.” [H.R. Ibnu Majah]



Dan hal itu dapat disaksikan sekarang ini pada umat-umat yang membiarkan dan membolehkan perbuatan kotor ini.



Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tidaklah nampak suatu riba dan zina pada suatu negeri kecuali Allah akan menghancurkan mereka.”



Dan di antara akibat perbuatan zina ini adalah seperti apa yang disabdakan Rasulullah SAW dalam hadits Ru’yah:



((… فَانْطَلَقْنَا إلَى ثَقَبٍ مِثْلَ التَّنُّورِ أعْلاَهُ ضَيِّقٌ وَأسْفَلَهُ وَاسِعٌ يُتَوَقَّدُ نَارًا ، فَإذَا اقْتَرَبَ ارْتَفَعُوا حَتَّى كَادَ أنْ يَخْرُجُوا فَإذَا خَمِدَتْ رَجَعُوا فِيهَا ، وَفِيهَا رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قَالاَ لِي : هَؤُلاَءِ هُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي)) وَجَاءَ فِي الحَدِيثِ أيضًا : ((أنَّ مَنْ زَنَى بِامْرَأَةٍ كَانَ عَلَيهِ وَعَلَيْهَا فِي القَبْرِ نِصْفَ عَذَابِ هَذِهِ الأُمَّةِ))



“Maka kamipun menuju ke suatu lobang, seperti tungku yang atasannya sempit dan bawahannya luas lalu dinyalakan api. Bila mendekat maka mereka akan terangkat hingga hampir saja mereka terlempar keluar, dan bila apinya redup maka mereka kembali turun. Di dalamnya terdapat golongan laki-laki dan perempuan yang telanjang, maka saya bertanya: “Siapa mereka? Keduanya menjawab: “Mereka itu adalah tukang zina laki-laki dan perempuan.” Dan di dalam hadits pula terdapat: “Sesungguhnya seorang laki-aki yang berzina dengan seorang wanita, maka bagi keduanya di dalam kubur akan disiksa seperdua siksaan umat ini.”



Di antara hukuman zina adalah: pelakunya mengumpulkan segala jenis kejelekan seperti; kekurangan agama, tidak punya wara’ (usaha menghindari dosa), tidak punya sopan santun, tidak punya ghirah (rasa cemburu). Jadi kita tidak akan menemukan seorang penzina yang memiliki wara’, menepati janji, kejujuran dalam perkataan, menjaga ikatan persahabatan dan tidak memiliki ghirah yang penuh terhadap keluarganya.



Di antara akibat zina adalah: wajah yang hitam dan kelam, hati yang gelap karena cahayanya yang hilang, jiwa yang penuh dengan kesedihan, kegundahan, dan jauh dari dari ketenangan. Umur yang pendek, berkah yang dicabut dan kefakiran yang akan menimpanya. Dalam salah satu atsar disebutkan:



(إنَّ اللهَ مُهْلِكُ الطُّغَاةِ وَمُفَقِّرُ الزُّنَاةِ)



“Sesungguhnya Allah membinasakan para thaghut dan menfakirkan para pelaku zina.”



Di antara akibat lain dari zina adalah: pelakunya tidak lagi menyandang nama baik sebagai orang yang mulia, orang yang baik-baik dan orang yang adil, sebaliknya akan menyandang nama jelek sebagai orang yang fasik, penzina dan sebagai pengkhianat. Keseraman yang meliputi wajahnya, kesempitan dan penyakit hati yang ia derita.



Dan di antara akibat zina yang paling besar adalah Su’ul Khotimah (akhir hidup yang jelek). Ibnul Qoyyim berkata:



“Bila anda melihat keadaan sebagian besar orang yang dzakaratul maut, maka anda akan melihat adanya halangan antara dia dan husnul khotimah, sebagai akibat dari perbuatan-perbuatan jelek yang pernah mereka lakukan.”



Ukhti Muslimah !! Hati-hatilah! Jangan memberanikan diri untuk melakukan maksiat baik yang kecil maupun yang besar. Wanita-wanita Arab Jahiliyah dulu sangat membenci zina dan tidak redha menimpa orang-orang merdeka. Ketika Rasulullah SAW membaiat mereka untuk tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri dan tidak berzina. Hindun binti ‘Utbah berkata dengan penuh keheranan: “Apakah ada seorang wanita merdeka yang berzina wahai Rasulullah!



Dalam salah satu pribahasa Arab mengatakan: “Seorang wanita merdeka meninggal dan tidak makan dari usaha menjual diri”



Ukhti Muslimah !! Ingatlah! Bahwa Allah melihatmu, maka janganlah melanggar perintah-Nya dan terperosok ke dalam apa yang Ia murkai.







Jalan keselamatan







Ukhti Muslimah !! Semoga Allah menjagamu dan menghiasimu dengan taqwa! Laluilah jalan keselamatan! Bangkitlah dari tidurmu ! Jauhilah apa yang dapat menggiringmu kepada kehancuran dan membawamu kehinaan. Di antara jalan keselamatan adalah sebagai berikut:



1. Tidak berdua-duaan dengan laki-laki lain yang bukan muhrim selamanya, baik di rumah, di mobil, di toko, di pesawat dan sebagainya. Jadilah satu umat yang taat kepada Allah –Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya. Maka janganlah dengan mudah melanggar perintah keduanya. Rasulullah SAW bersabda:



((مَا خَلاَ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إلاَّ كَانَ الشَّيْطَانُ ثَالِثُهُمَا))



“Tidaklah seorang laki-laki yang berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiga itu adalah setan.”



2. Tidak terlalu sering keluar ke pasar sebatas kemampuan dan beribadah kepada Allah dengan tetap tinggal di rumah, dengan mengikuti perintah Allah –Azza wa Jalla-:



}وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ{



“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” (Q.S.Al-Ahzab:33)



Abdullah ibnu Mas’ud berkata:



(مَا قَرُبَتِ المَرْأَةُ إلَى اللهِ بِأعْظَمِ مِنْ قُعُودِهَا فِي بَيْتِهَا)



“Tidak ada taqorub seorang wanita kepada Allah melebihi tinggalnya di rumah.”



Dan ketika keluar hendaklah bersama muhrimmu atau wanita yang dapat dipercaya dari keluargamu. Dan janganlah merendahkan suara dan berlemah lembut dalam bertutur kata dengan penjual. Tidak apa anda rugi beberapa rupiah dari pada kerugian menimpa agama anda. Naudzu Billah.



3. Hindarilah Tabarruj (berhias diri dengan make up) dan Sufur (tidak menutup aurat) ketika keluar rumah, karena itu menyebabkan fitnah dan menarik perhatian. Rasulullah SAW bersabda :



((صِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ)) وَذَكَرَ مِنْهُمَا ((نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيلاَتٌ..))



“Ada dua golongan penghuni neraka –dan disebutkan salah satu di antaranya- wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berjalan miring sambil berlenggak-lenggok.”



Dan pakaian yang paling dianjurkan adalah memakai ‘abaya atau aba`a yang sederhana (pakaian tipis berwarna hitam yang menutupi seluruh tubuh), meutup kedua tangan dan kaki, serta tidak menggunakan cadar (yang hanya menampakkan kedua mata, tetapi justru harus yang menutupi seluruh wajah termasuk kedua mata) dan menjauhi penggunaan wangi-wangian. Hendaklah anda mencontoh Ummahatul Mu’minin dan Shohabiyat (wanita-wanita sahabat Rasul), bila keluar rumah mereka itu bagaikan burung bangau yang memakai pakaian hitam, tidak sesuatupun dari tubuh mereka.



4. Hindarilah wahai Ukhti Muslimah membaca majalah-majalah yang merusak dan menonton film-film forno, karena itu akan membangkitkan nafsu seks dan meremehkan perbuatan keji dengan menamakannya “cinta dan persahabatan” dan menampakkan perbuatan zina dengan menamakannya “hubungan kasih sayang yang matang antara seorang laki-laki dan wanita”. Janganlah merusak rumahmu, hatimu dan akalmu dengan hubungan-hubungan yang diharamkan.



5. Allah –Azza wa Jalla- berfirman:



}وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الحَدِيثِ لِيُضِلَّ عِنْ سَبِيلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ{



“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Q.S. Lukman: 6)



Maka hindarilah mendengarkan lagu-lagu dan musik, hiasilah pendengaranmu dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, rutinlah membaca dzikir dan istighfar, perbanyaklah dzikrul maut (ingat mati) dan Muhasabtun Nafsi (evaluasi diri). Ketahuilah bahwa ketika anda maksiat kepada Allah –Azza wa Jalla- maka sesungguhnya anda maksiat kepada-Nya dengan nikmat yang Ia berikan kepadamu, maka hati-hatilah jangan sampai nikmat itu dicabut dari diri anda.



6. Takutlah kepada Yang Maha Tinggi, Maha Kuasa dan Maha Mengetahui apa-apa yang tersembunyi. Ini adalah rasa takut yang paling tinggi yang menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat. Anggaplah bahwa suatu ketika anda tergelincir pada seperseribu perbuatan zina. Maka bagaimana jika seandainya hal itu diketahui oleh bapakmu, ibumu, saudara-saudaramu, kerabatmu atau suamimu? Dalam pandangan dan buah bibir mereka ketika anda meninggal menganggap anda sebagai seorang pezina? Naudzu Billahi min Dzalik.



7. Hendaklah anda memiliki teman sholehah yang menolong dan membantu anda, karena manusia itu lemah sementara setan siap menerkamnya di mana saja. Hindarilah teman yang jelek, karena ia akan datang kepada anda bagaikan seorang pencuri yang masuk secara sembunyi mencari kesempatan hingga ia menggelincirkanmu pada sesuatu yang diharamkan. Ingatlah paman nabi SAW, ia adalah lelaki tua dan memiliki akal yang lurus, tetapi walaupun demikian karena adanya teman yang jelek yaitu Abu Jahal yang hadir di sampingnya ketika wafat menjadi penyebab meninggalnya beliau dalam keadaan syirik.



8. Perbanyaklah berdoa, karena nabi umat ini termasuk orang yang senantiasa membaca doa dan banyak istighfar.



9. Janganlah hendaknya suatu waktu itu berlalu kecuali anda membaca Al-Qur’an. Berusahalah menghafal apa yang mudah dari Al-Qur’an. Kalau anda memiliki semangat yang tinggi maka bergabunglah dengan kelompok Tahfidzul Qur’an khusus wanita, karena jika diri anda tidak disibukkan dengan ketaatan dan ibadah maka ia akan disibukkan oleh kebatilan.



10. Sesungguhnya apa yang kalian cari dalam hubungan-hubungan yang diharamkan untuk mengisi waktu atau memenuhi rasa kasih sayang pada hakekatnya adalah akibat dari kekosongan rohani dan hati serta kesempitan dada yang bersumber dari jauhnya seseorang dari taat dan ibadah. Allah –Azza wa Jalla- berfirman:



}وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا{



“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (Q.S. Thaha: 124)



11. Ingatlah bahwa anda akan meninggalkan dunia ini dengan lembaran-lembaran yang anda tulis sepanjang hari-hari kehidupan anda, bila lembara-lembaran itu penuh dengan ketaatan dan ibadah, maka bergembiralah. Dan bila sebaliknya maka segeralah bertaubat sebelum meninggal. Karena hari kiamat itu adalah hari penyesalan. Allah berfirman:



}وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الحَسْرَةِ{



“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan.” (Q.S. Maryam: 39)



Yaitu hari dibukanya (segala hal yang tersembunyi) dan lembaran-lembaran yang beterbangan. Hari di mana seorang ibu yang menyusui melupakan anaknya yang sedang ia susui. Ingatlah wahai Ukhti Muslimah! hari di mana anda berbaring di dalam kubur sendirian.



12. Ukhti Muslimah! Telepon telah menjerumuskan banyak wanita, maka janganlah menjadi salah seorang di antara mereka. Bila anda diuji oleh seekor serigala berwajah manusia dan anda telah memulai hubungan yang diharamkan dengannya, maka hendaklah segera memutuskan hubungan itu sebelum berlanjut. Dan ketahuilah bahwa Allah memberikan anda jalan keluar dan keselamatan dari padanya.



13. Ingatlah! Wahai yang mencari kebahagiaan dan berusaha menuju surga, bahwa itu semua dalam rangka taat kepada Allah dan menjalani perintah-perintah-Nya.



}مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيوةً طَيِّبَةً{



“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (Q.S. An-Nahl: 97)



Ingatlah bahwa meninggalkan maksiat lebih ringan dari pada meminta taubat. Saya mengingatkan anda dengan hadits Rasulullah SAW:



((إذَا صَامَتِ المَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا، وَأطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أيِّ أبْوَابِ الجَنَّةِ شَاءَتْ))



“Bila seorang wanita sholat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya maka ia akan memasuki pintu-pintu surga mana saja yang ia kehendaki.”



Semoga Allah memberimu petunjuk yang dapat memberikan petunjuk kepada orng lain, menjadikanmu wanita mulia, bertakwa dan suci, menghiasi dirimu dengan iman dan menjadikanmu wanita sholehah dan taat serta termasuk orang-orang yang diseru nanti pada peristiwa yang besar itu:



(ادْخُلُوا الجَنَّةَ لاَ خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلاَ أنْتُمْ تَحْزَنُونَ{



“Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati.” (Q.S. Al-A’raaf: 49)



sumber :http://kluwan.wordpress.com
lanjutkan membaca...

Kamis, 17 September 2009

AWAS GENDAM MODEL BARU

Fyi, semoga bermanfaat ttg modus kejahatan baru Waspadalah !!

Seorang pria menghampiri seorang wanita yang sedang mengisi bensin dan menawarkan jasanya sebagai pengecat serta memberikan kartu namanya. Wanita itu menolaknya namun menerima kartu nama tersebut karena sopan santun. Pria tersebut kemudian masuk ke sebuah mobil yang dikemudikan pria lain. Pada saat wanita itu meninggalkan Pompa Bensin, dia melihat bahwa pria tersebut juga meninggalkan pompa bensin tersebut pada saat yang bersamaan.Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas.

Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.

Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat dibelakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan memencet klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong.

Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal. Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya.

Obat ini disebut dengan "Burun Danga" dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya.Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari date rape drug (sorry ga ketemu terjemahan yang pas) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana.Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan.Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka.

Mohon kirim e-mail ini untuk memperingati semua wanita, atau bahkan pria yang anda kenal.

Salam waspada,

~ Low Level Flight ~
....BunurBerry® 56H92....


lanjutkan membaca...

Kamis, 10 September 2009

BERAPA ADAB PUASA RAMADHAN

Oleh: Shalahuddin Abdul Rahman Yajji, Lc

1- Berniat dengan ikhlas agar mendapatkan pahala puasa secara sempurna, dan tidak melaksanakannya hanya sebatas kebiasaan yang berlangsung setiap tahun. Rasulullah r bersabda:
((مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)) [متفق عليه]
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala maka segala dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.” [Muttafaq alaihi]

2- Senantiasa melakukan sholat fardhu tepat pada waktunya secara berjama’ah, khususnya sholat Subuh yang telah banyak dilalaikan oleh sebagian umat Islam. Allah Y berfirman:
“Peliharalah segala sholat(mu) dan (peliharalah) sholat wustha (Ashar). Dan berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.” [QS. Al Baqorah: 238]
3- Menjauhi segala hal-hal yang dapat membatalkan puasa atau mengurangi pahalanya seperti mengucapkan kata-kata kotor, menceritakan kejelakan orang lain (ghibah), mendengarkan musik, menonton acara-acara yang merusak dll. Rasulullah r:
((إِذَا كَانَ صَوْمُ أَحَدِكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ فَإِنْ شَاتَمَهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ)) [متفق عليه]
“Bila salah seorang di antara kalian berpuasa maka janganlah melakukan perbuatan yang tidak senonoh dan jangan pula berteriak-teriak. Bila seseorang mengejek atau memukulmu, maka ucapkanlah: “Saya sedang puasa.” [Muttafaq alaihi]
4- Berusaha untuk senantiasa makan sahur di akhir malam. Rasulullah r bersabda:
((تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً)) [متفق عليه]
“Hendaklah kalian bersahur, karena sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah.” [Muttafaq alaihi]
5- Menyegerakan berbuka puasa ketika matahari terbenam. Rasulullah r bersabda:
((لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ)) [متفق عليه]
“Manusia akan senantiasa dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan buka puasa.” [Muttafaq alaihi]
6- Senantiasa melakukan sholat taraweh berjama’ah. Rasulullah r bersabda:
((مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ)
“Barangsiapa yang menunaikan qiyamullail (taraweh) di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu.”
7- Memperbanyak dzikir dalam segala hal dan rutin membaca dzikir pagi dan sore hari. Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” [QS. Al Ahzab: 41]
8- Rutin melakukan sholat sunnah rawatib setiap hari, yaitu 12 raka’at, karena siapa yang rutin melakukannya, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits.
9- Bersungguh-sungguh membaca Al Qur’an dan berusaha khatam minimal sekali dalam bulan Ramadhan ini.
10- Memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan banyak membaca doa untuk diri sendiri atau untuk kaum muslimin, khususnya beberapa saat sebelum berbuka puasa, karena itu adalah waktu di mana doa dikabulkan dengan izin Allah. Rasulullah r bersabda:
((ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ)) وَذَكَرَ مِنْهُمْ ((وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ)) [رواه ابن ماجه والترمذي]
“ Ada tiga orang yang doanya tidak tertolak”… beliau menyebutkan salah satu diantara mereka… “Dan orang yang berpuasa hingga berbuka.” [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi]
11- Ikut memberi buka puasa dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Rasulullah r bersabda:
((مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا)) [رواه ابن ماجه والترمذي]
“Barangsiapa yang memberi buka untuk orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa itu.” [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi]
12- Mengisi 10 hari terakhir Ramadhan dengan sholat tahajjud dan berbagai ketaatan lainnya untuk menemukan lailatul qodar. Rasulullah r setiap memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malamnya (dengan sholat tahajjud), membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dan mengencangkan sarungnya (tidak melakukan hubungan suami istri).
13- Melaksanakan umrah di bulan yang mubarak ini, bila memungkinkan, sebagaimana sabda Rasulullah r:
((عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً)) [متفق عليه]
“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan melakukan haji” [Muttafaq alaihi].

المكتب التعاوني للدعوة والإرشاد وتوعية الجاليات بالشفا ( 4222626 – 4200620
KANTOR KERJASAMA DAKWAH, BIMBINGAN DAN PENYULUHAN UNTUK WARGA NEGARA ASING, DI SYIFA, RIYADH



lanjutkan membaca...

Keutamaan Membaca Al-Qur’an

Oleh: Shalahuddin Abdul Rahman, Lc

Berikut ini adalah penjelasan secara singkat tentang keutamaan dan pahala yang akan diperoleh dengan membaca dan menghapal Al-Qur’an yang diperkuat oleh dalil-dalil dari nash al-Qur’an sendiri dan nash-nash hadits Rasulullah r. Diantara keutamaan itu adalah sebagai berikut:

1. Mereka akan selalu mendapatkan keberuntungan dan tidak akan merugi. Allah I berfirman:
} إنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ {
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (Q.S. Fathir: 29)

2. Diberi syafa’at (pertolongan) pada hari kiamat.
Rasulullah r bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdulllah bin Umar:
((الصِّيَامُ وَالقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ القِيَامَةِ ، يَقُولُ الصِّيَامُ : أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَةَ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، وَيَقُولُ القُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، قَالَ فَيَشْفَعَانِ))
“Puasa dan Qur'an, keduanya memberi syafa'at bagi seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: "Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari makan memenuhi syahwatnya, izinkan aku memberinya syafa'at", lalu Al Qur'an berkata: "Wahai Tuhanku, saya telah menahannya dari tidur di waktu malam (karena membaca Al Qur'an) maka izinkan aku memberinya syafa'at." Lalu keduanya pun memberi syafa'at" [HR. Ahmad]
Dalam hadits yang lain, diriwayatkan dari Abu Umamah Al Bahiliy ra, Rasulullah r bersabda:
((اِقْرَءُوا القُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ))
“Bacalah oleh kalian Al-Qur’an ini karena ia akan datang memberi syafa’at (pertolongan) pada hari kiamat bagi pembacanya."

3. Akan bersama dengan para malaikat dan mendapatkan dua pahala.
Berdasarkan sabda Rasulullah r:
((الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ))
“Orang yang mahir dalam membaca Al-Qur’an akan bersama dengan para malaikat yang mulia, adapun orang yang tersendat-sendat dan sulit membacanya, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” [Muttafaqun ‘Alaihi]
Dua pahala yang akan diperoleh orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat adalah pahala membaca Al Qur'an dan pahala karena usaha kerasnya membaca walaupun dengan tersendat-sendatnya.

4. Mendapatkan banyak pahala dari setiap huruf yang ia baca.
Rasulullah r bersabda:
((مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا ، لاَ أَقُولُ (ألـم) حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ ، وَلاَمٌ حَرْفٌ ، وَمِيمٌ حَرْفٌ))
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an) maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh, saya tidak mengatakan 'alif laam miim' satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” [H.R. Tirmidzi, Hasan Shohih]
Bisa dibayangkan betapa banyak pahala yang kita dapatkan bila sanggup membaca 1 juz setiap harinya.

5. Menjadi orang yang terdekat kepada Allah I.
Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah r bersabda:
((إنَّ للهِ تَعَالَى أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ ، أَهْلُ القُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ))
“Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang khusus dari kalangan manusia, dan ahli Al-Qur’an adalah orang khusus dan terdekat kepada Allah.” [H.R. Ahmad dan Nasai]
Maksud orang yang khusus di sini adalah mereka yang senantiasa membaca, menghapal dan mengamalkan isi kandungan Al Qur'an.

6. Allah akan mengangkat derajatnya.
Rasulullah r bersabda:
((إنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الكِتَابِ أقْوَاماً ، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ))
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum karena Al-Qur’an dan merendahkan derajat kaum yang lain karena Al-Qur’an juga.” [H.R. Muslim]

7. Didahulukan menjadi iman sebelum yang lain.
Rasulullah r bersabda:
((يَؤُمُّ النَّاسَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ تَعَالَى))
“Hendaklah orang yang mengimami orang lain adalah yang terbaik bacaannya Al-Qur’annya.” [H.R. Muslim]

8. Terhindar dari godaan dan tipu daya setan.
Rasulullah r bersabda:
((إنَّ الشَّيطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ))
“Sesungguhnya syetan itu akan berlari menghindari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqorah.” [H.R. Muslim]

9. Terlindung dari gangguan Dajjal.
Dari Abu Darda ra, Rasulullah r bersabda:
((مَنْ حَفِظَ عَشَرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ))
“Barangsiapa yang menghapal sepuluh ayat dari awal surah Al-Kahfi maka ia akan terlindung dari (gangguan dan fitnah) dajjal.” [H.R. Muslim]

10. Mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga.
Dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah r bersabda:
((يُقَالُ لِصَاحِبِ القُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلْ فِي الدُّنْيَا فَإنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا))
“Akan dikatakan kepada shohibul Qur’an, bacalah, naiklah dan bacalah dengan baik sebagaimana kamu membacanya dengan baik di dunia, karena kedudukanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca” [H.R. Abu Daud dan Tirmidzi]
Shohibul Qur’an yang dimaksud di sini adalah mereka yang senantiasa beriteraksi dengan Al-Qur’an dengan membaca, menghapal dan mengamalkan isi kandungannya.
Pada hari kiamat nanti, derajatnya di surga akan disesuaikan dengan jumlah ayat yang ia baca dan hapal di dunia. Semakin banyak ayat Al-Qur’an yang ia baca dan hapal, akan semakin tinggi kedudukan yang ia peroleh di akhirat kelak.

11. Mendapatkan mahkota kehormatan dan keridhaan Allah.
Dari Abu Huraerah ra, Rasulullah r bersabda:
((يَجِيءُ القُرْآنُ يَوْمَ القِيَامَةِ فَيَقُولُ : يَا رَبِّ حَلِّهِ ، فَيَلْبَسُ تَاجَ الكَرَامَةِ ، ثُمَّ يَقُولُ : يَا رَبِّ زِدْهُ ، فَيَلْبَسُ حُلَّةَ الكَرَامَةِ ، ثُمَّ يَقُولُ : يَا رَبِّ اِرْضَ عَنْهُ ، فَيَرْضَى عَنْهُ ، فَيُقَالُ : اِقْرَأْ وَارْقَ وَيُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً))
“Pada hari kiamat nanti, Al-Qur’an akan datang dan berkata: “Wahai Tuhanku, berilah ia pakaian”, maka iapun memakai mahkota kehormatan, kemudian Al-Qur’an itu berkata: “Wahai Tuhanku, tambahkan untuknya!” Maka iapun memakai jubah kebesaran, lalu Al-Qur’an itu berkata: “Wahai Tuhanku berilah ia keredhaan-Mu” Maka Allahpun meridhainya. Lalu dikatakan kepada (orang itu): “Baca dan naiklah, dan akan ditambahkan untukmu kebaikan dalam setiap ayatnya.” [H.R. Tirmidzi]

12. Mendapatkan pembelaan Al-Qur’an pada hari kiamat.
Rasulullah r bersabda:
((يُؤْتَى يَوْمَ القِيَامَةِ بِالقُرْآنِ ، وَأَهْلِهِ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ بِهِ ، تَقْدُمُهُمْ سُورَةُ البَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانِ ، تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا))
“Pada hari kiamat nanti, akan didatangkan Al-Qur’an dan orang-orang yang mengamalkannya, diawali dengan datangnya surah Al-Baqorah dan Ali Imran yang akan membela orang yang membaca dan mengamalkan keduanya.” [H.R. Muslim]
Inilah beberapa keutamaan yang akan diperoleh oleh orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al Qur'an.
Selain itu, kita juga harus ingat bahwa yang kita baca bukanlah buku biasa, tapi ia adalah kitab suci Al Qur'an yang merupakan Kalamullah, sehingga kita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika membacanya. Di antara adab-adab itu adalah sebagai berikut:

Adab-adab membaca Al-Qur’an

1. Hendaklah seorang muslim melakukan amalan dengan penuh keikhlasan karena Allah semata, termasuk ketika membaca Al-Qur’an.
2. Membaca dengan pemahaman, pemikiran dan dengan hati yang mantap bukan hati yang lalai dan lupa.
3. Bersuci (dalam keadaan wudhu) dan memakai siwak sebelum membaca.
4. Tidak membaca Al-Qur’an di tempat-tempat kotor, seperti WC dan semacamnya serta tidak membaca sesuatu dari Al-Qur’an ketika ia junub.
5. Isti’adzah (membaca A’udzu billahi minasy syaithanir rajim) ketika akan membaca Al-Qur’an.
6. Membaca Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim) ketika membaca awal Surah kecuali Surah At-Taubah.
7. Memperbaiki bacaan dengan kemampuan yang ada serta membaca dengan khusyu’ dan menangis.
8. Disunnahkan sujud tilawah setiap membaca ayat sajadah.
9. Menghentikan bacaan Al-Qur’an ketika kentut atau ketika tak kuasa menahan rasa ngantuk.
10. Membaca Al-Qur’an dengan tartil (baik) dan sesuai dengan hukum-hukum tajwid.
11. Membaca Al-Qur’an dengan niat untuk mengamalkannya, dan merasakan ketika membaca Al-Qur’an seakan-akan ia berdialog dengan Allah.
12. Disunnahkan bila seseorang membaca ayat yang berbicara tentang rahmat Allah agar memohon karunia kepada-Nya. Dan ketika membaca ayat yang berbicara tentang neraka hendaklah memohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka dan memohon kesejahteraan dan keselamatan.

Keutamaan mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an

1. Diturunkan ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat dan akan senantiasa diingat Allah. Rasulullah r bersabda:
((مَنِ اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ فِيمَا بَيْنَهُمْ إلاَّ نَزَلَتْ عَلَيهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ ، وَحَفَّتْهُمُ المَلاَئِكَةُ ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ))
“Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah sambil membaca dan mempelajari Kitab Allah di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi malaikat dan akan senantiasa diingat Allah di sisi-Nya.” [H.R. Muslim]

2. Menjadi orang yang terbaik.
Rasulullah r bersabda:
((خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَمَّ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ))
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya.” [H.R. Bukhari]

3. Diberikan kepadanya mahkota dari cahaya dan dua pakaian kebesaran untuk kedua orang tuanya.
Dari Buraidah ra, Rasulullah r bersabda:
((مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ وَتَعَلَّمَهُ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ يَوْمَ القِيَامَةِ تَاجًا مِنْ نُورٍ ضَوْءُهُ مِثْلَ ضُوْءِ الشَّمْسِ وَيُكْسَى وَالِدَيْهِ حُلَّتَيْنِ لاَ يَقُومُ بِهِمَا الدُّنْيَا فَيَقُولاَ : بِمَ كُسِينَا ؟ فَيُقَالُ بِأَخْذِ وَلَدِكُمَا القُرْآنَ))
“Barangsiapa yang membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, maka pada hari kiamat nanti akan dipakaikan untuknya sebuah mahkota dari cahaya seperti cahaya matahari, dan akan dipakaikan kepada kedua orang tuanya dua buah pakaian kebesaran, yang nilai keduanya tidak sebanding dengan dunia ini. Kemudian keduanya bertanya: “Mengapa kami diberi (dua pakaian kebesaran) ini?” Lalu dijawab: “Itu karena anakmu yang (senantiasa) berinteraksi dengan Al-Qur’an.” [Ditashih oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]
Maksud berinteraksi di sini adalah membaca, menghapal, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an.
Semoga penjelasan singkat in sedikit banyak bisa memotivasi setipa kita untuk senantiasa menggunakan waktunya sebaik mungkin dengan usaha membaca dan mengkhatam Al Qur'an, terutama di bulan Ramadhan ini.



lanjutkan membaca...

.

.